Ketika berinvestasi, termasuk reksadana, kita berharap kalo uang kita bakal bertumbuh. Tapi kalau kita salah beli produk, profit yang kita dapatkan kadang nggak sesuai harapan. Bisa juga kita merugi lho. Gambar: Jcomp/Freepik
Gw mulai beli reksadana sekitar 2 tahun yang lalu. Gw nggak tahu apa-apa soal reksadana waktu itu, ya sekarang pun masih banyak yang belum gw tahu.
FYI, gw beli reksadana di Bareksa karena gw dulu bikin akun di Bareksa buat beli surat berharga negara yang retail. Pas itu Bareksa jadi salah satu dari 2 platform online yang bisa beli obligasi negara secara 100% online.
Setelah gw beberapa kali beli obligasi di Bareksa, gw tertarik buat beli reksadana, yang kata orang bisa jadi investasi yang lebih baik daripada cuma nabung doang di bank. Tanpa paham betul akhirnya gw memutuskan beli reksadana.
Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Gambar: PVProductions/Freepik
Sebelumnya gw bahas soal alokasi gaji 1,5 juta di Gaji Gw 1,5 Jt. Gimana mau nabung?dan gw buat ada pos dana darurat. Lalu ke mana sebaiknya dana darurat itu disimpan? Buat yang suka nonton video Raditya Dika, pasti tahu kalau dia naruh dana darurat di reksadana pasar uang. CMIIW. Dan Youtuber Felicia Putri Tjiasaka juga pernah nyebut buat bikin dana darurat di bank dan reksadana pasar uang. Kalau menurut gw gimana? Taruh di bank atau di reksadana pasar uang?